bunyi kipas berbunyi laju...
sangat laju..
tapi tidak terasa anginnya.
by: i'm a dreamer
kalaulah si adam dan hawa...
Kalau lah adam dan hawa tidak memakan buah larangan itu,
Sudah tentu aku, kau dan mereka tidak perlu menempuhi dunia yang tunggang langgang ini
Orang acapkali menyua ayat,
”setiap yang berlaku pasti bersebab”
perlukah sebab-sebab didahului keperitan?
Mampukah sebab-sebab itu menutup lubang-lubang kepahitan jahanam?
Untuk mampu berjalan, manusia perlu menjalani jatuh-jatuh merangkak
Untuk mendongak, manusia perlu belajar untuk membawahkan kepala
Untuk menghilangkan airmata, manusia perlu belajar mencucinya
hingar bingar tak selalunya diiringi gelak ketawa
kadang-kadang tersangkut hilang entah kemana
bersembunyi mungkin
bukan hilang hilang, cuma menyorok tak mahu keluar atau mungkin bisa saja gegar kebisingan itu
cuba kau bergabung keramaian itu,
kalau-kalau kau mampu curi sedikit keriuhan
lalu kau simpan erat diruang kesunyian,
gantung ia ditempat yang sukar dicapai
ikat ia kemas agar tidak jatuh berderai
biar kebisingan terus tetap menghuni ruang-ruang pendusta
kau bukan berdusta
kau bukan mendustai kehidupan
cuma kadang-kadang pendustaan itu sebagai ritual pembebas keperitan
tapi bukankah keperitaan adalah sebuah permulaan kegembiraan?
Pergi jahanam!!!
Pukimak! Anak haram!!
Maaf...
Kemanisan tidak perlu bermula dengan kepahitan
Titik-titik itu boleh saja bercantum tanpa perlu garis-garis sial menolak
Coret-coret bisa saja digabung menjadi hasil seni agung
Lambung lambung
Campak campak
Carit carit
Rodok rodok
Bungkam bungkam
Tapi tetap saja namanya kehidupan
Telanjangkan definisinya
Ternampakkah kemaluan dicelah-celah itu?
Wujudkah?
Sempatkah ludah-ludah itu kering sebelum siang?
Dikala malamnya dihujani hijaunya kahak pekat
Menari lagi lagu-lagu kecewa
Kekiri kekanan tanpa kaki tanpa lengan
Tapi tetap saja ikut melagu, lagu lagu keperitan
Alangkah indahnya kalau-kalau adam dan hawa tidak makan buah larangan itu
Lalu membuatkan pancaindera bisu memberitahu mereka bahwa ketelanjangan itu suatu kemaluan
Dan aku, kau dan mereka tetap saja disyurga
Meninggalkan kemungkinan hidup didunia yang seringkalinya
”setiap yang berlaku pasti bersebab”
tapi sampai bila?
by: i'm a dreamer
Sudah tentu aku, kau dan mereka tidak perlu menempuhi dunia yang tunggang langgang ini
Orang acapkali menyua ayat,
”setiap yang berlaku pasti bersebab”
perlukah sebab-sebab didahului keperitan?
Mampukah sebab-sebab itu menutup lubang-lubang kepahitan jahanam?
Untuk mampu berjalan, manusia perlu menjalani jatuh-jatuh merangkak
Untuk mendongak, manusia perlu belajar untuk membawahkan kepala
Untuk menghilangkan airmata, manusia perlu belajar mencucinya
hingar bingar tak selalunya diiringi gelak ketawa
kadang-kadang tersangkut hilang entah kemana
bersembunyi mungkin
bukan hilang hilang, cuma menyorok tak mahu keluar atau mungkin bisa saja gegar kebisingan itu
cuba kau bergabung keramaian itu,
kalau-kalau kau mampu curi sedikit keriuhan
lalu kau simpan erat diruang kesunyian,
gantung ia ditempat yang sukar dicapai
ikat ia kemas agar tidak jatuh berderai
biar kebisingan terus tetap menghuni ruang-ruang pendusta
kau bukan berdusta
kau bukan mendustai kehidupan
cuma kadang-kadang pendustaan itu sebagai ritual pembebas keperitan
tapi bukankah keperitaan adalah sebuah permulaan kegembiraan?
Pergi jahanam!!!
Pukimak! Anak haram!!
Maaf...
Kemanisan tidak perlu bermula dengan kepahitan
Titik-titik itu boleh saja bercantum tanpa perlu garis-garis sial menolak
Coret-coret bisa saja digabung menjadi hasil seni agung
Lambung lambung
Campak campak
Carit carit
Rodok rodok
Bungkam bungkam
Tapi tetap saja namanya kehidupan
Telanjangkan definisinya
Ternampakkah kemaluan dicelah-celah itu?
Wujudkah?
Sempatkah ludah-ludah itu kering sebelum siang?
Dikala malamnya dihujani hijaunya kahak pekat
Menari lagi lagu-lagu kecewa
Kekiri kekanan tanpa kaki tanpa lengan
Tapi tetap saja ikut melagu, lagu lagu keperitan
Alangkah indahnya kalau-kalau adam dan hawa tidak makan buah larangan itu
Lalu membuatkan pancaindera bisu memberitahu mereka bahwa ketelanjangan itu suatu kemaluan
Dan aku, kau dan mereka tetap saja disyurga
Meninggalkan kemungkinan hidup didunia yang seringkalinya
”setiap yang berlaku pasti bersebab”
tapi sampai bila?
by: i'm a dreamer
sunyi.. itu lolongan!!!
Menjerit tak terkeluar bunyi
Kesunyian itu bukan sunyi yang biasa
Membawa segala pekik lolong laungan batin
Emosi berguling-guling meronta minta dirungkai
Apa lagi yang tidak kena?
Putuskan jalur-jalur yang berselirat itu
Rangkum ia menjadi satu garisan lurus tak tercapai akal
Kerja ini tak mampu dia lakukan berseorang
Bukankah lohong-lohong itu kau yang huni?
Apa perlunya disumbat kebuntuan dengan persoalan?
Apa mungkin ianya suatu tirai fantamorgana bagi melepas diri?
Biar selepas ini kebusukan bisa dialihkan menjadi moral-moral paling kental
Lalu senang kau unjurkan jari telunjuk itu menghala ketubuhnya?
Hari ini segalanya suci
Hari ini segala hitam tampak puteh
Esok-esok bagaimana?
Terjumpa pelangi malahan satu warna menjadi tiada warna
Namanya manusia tidak akan pernah puas!
Cuba cari refleksi diri
Takkan perlu aku heret kau menghadap cermin membelai wajah?
by: i'm a dreamer
Kesunyian itu bukan sunyi yang biasa
Membawa segala pekik lolong laungan batin
Emosi berguling-guling meronta minta dirungkai
Apa lagi yang tidak kena?
Putuskan jalur-jalur yang berselirat itu
Rangkum ia menjadi satu garisan lurus tak tercapai akal
Kerja ini tak mampu dia lakukan berseorang
Bukankah lohong-lohong itu kau yang huni?
Apa perlunya disumbat kebuntuan dengan persoalan?
Apa mungkin ianya suatu tirai fantamorgana bagi melepas diri?
Biar selepas ini kebusukan bisa dialihkan menjadi moral-moral paling kental
Lalu senang kau unjurkan jari telunjuk itu menghala ketubuhnya?
Hari ini segalanya suci
Hari ini segala hitam tampak puteh
Esok-esok bagaimana?
Terjumpa pelangi malahan satu warna menjadi tiada warna
Namanya manusia tidak akan pernah puas!
Cuba cari refleksi diri
Takkan perlu aku heret kau menghadap cermin membelai wajah?
by: i'm a dreamer
terpenuhi..diisi..hilang
Ruang-ruang itu seperti selalu
Berhabuk, berdebu, berlumut
Kau rindukan dekorasi ruang itu
Teragak-agak kau lantas mengikis lumut-lumut itu
“aku mahu huni ruang itu sekali lagi” monolog kau
”aku mahu disitu membuang rindu mengait indah” kata kau kepada kau
tapi tangan kau terikat dibelakang, kaki kau digari perlu melompat
kenapa perlu harungi sesuatu yang tidak pasti?
Esok memang suatu yang tidak pasti
Tapi roh kurang bersedia kenapa perlu paksa?
Ruang itu kini kotor
Kotor dengan ketidaksediaan diri sendiri
Malah menghentam yang lain
Tangan terikut penuh dengan kebodohan
Tangan terikut penuh dengan kekotoran
Hari semalam memaksa kau berubah bentuk menjadi hari ini
Liku-likunya perlu kau susur
Manusia itu bukan malaikat dari langit
Cuma manusia harus jadi malaikat walau tak mampu
Tak perlu pandang gelap dibelakang
Walau panjang mana hari malam, kelak akan datang siang menghuni
by: i'm a dreamer
Berhabuk, berdebu, berlumut
Kau rindukan dekorasi ruang itu
Teragak-agak kau lantas mengikis lumut-lumut itu
“aku mahu huni ruang itu sekali lagi” monolog kau
”aku mahu disitu membuang rindu mengait indah” kata kau kepada kau
tapi tangan kau terikat dibelakang, kaki kau digari perlu melompat
kenapa perlu harungi sesuatu yang tidak pasti?
Esok memang suatu yang tidak pasti
Tapi roh kurang bersedia kenapa perlu paksa?
Ruang itu kini kotor
Kotor dengan ketidaksediaan diri sendiri
Malah menghentam yang lain
Tangan terikut penuh dengan kebodohan
Tangan terikut penuh dengan kekotoran
Hari semalam memaksa kau berubah bentuk menjadi hari ini
Liku-likunya perlu kau susur
Manusia itu bukan malaikat dari langit
Cuma manusia harus jadi malaikat walau tak mampu
Tak perlu pandang gelap dibelakang
Walau panjang mana hari malam, kelak akan datang siang menghuni
by: i'm a dreamer
gigil-gigil subuh, takut-takut salji didapan
Tersangkut diantara dua dimensi yang tak akan mungkin terbebas
Ke kiri ke kanan tetap saja ke tengah
Bersatu dalam jiwa-jiwa melarat
Antara mahu dan tidak mahu
Terhumban antara indah-indah dan perit-perit
Lorong itu bukan siapa-siapa yang mengheret
Bukankah aku pernah saja menghirup udara-udara disana
Dan lantas saja aku gambarkan kejijikan suasananya?
Menyelak-nyelak halaman demi halaman pada buku-buku peradaban kehidupan
Menyua cetakan-cetakan pengalaman dari liku-liku kesialan
Berusaha mengelak seliratnya akar-akar yang sebesar pemeluk itu
Kadangnya terjatuh namun bisa bangkit menongkat kudrat
Tapi bukan selalunya daya mengatasi keinginan
Terjatuh lalu berselingkuh antara jalur-jalur kayu itu
Lalu mengikat diri jarang-jarang tidak terbelit
Ada pisau didepan buat memotong
Tapi gagal dicapai atau terlepas pandang?
Atau mungkin saja buat-buat tak nampak
Agar badan terbiasa sakit
Lebih indah mengecap manis selepas tekak pahit merasa madu bercampur cuka
Bukan sekali kepala diteleng menoleh kebelakang
Apa disitu?
Tetap saja disitu
Ditinggal memang tidak mungkin sama yang dihadapan
Detik lalu menggigil kesejukan subuh
Risau-risau detik mendatang beku dilanggar salji
Melutut berdoa matahari menjengah membawa panas-panas bumi
Sambil mencairkan kesejukan menggigit walau apa nombornya suhu
Harap-harap..
Ribut datanglah mendobrak segalanya
menginaplah sunyi sepi selepas musnahnya kegagalan ఇటు
by: i'm a dreamer
Ke kiri ke kanan tetap saja ke tengah
Bersatu dalam jiwa-jiwa melarat
Antara mahu dan tidak mahu
Terhumban antara indah-indah dan perit-perit
Lorong itu bukan siapa-siapa yang mengheret
Bukankah aku pernah saja menghirup udara-udara disana
Dan lantas saja aku gambarkan kejijikan suasananya?
Menyelak-nyelak halaman demi halaman pada buku-buku peradaban kehidupan
Menyua cetakan-cetakan pengalaman dari liku-liku kesialan
Berusaha mengelak seliratnya akar-akar yang sebesar pemeluk itu
Kadangnya terjatuh namun bisa bangkit menongkat kudrat
Tapi bukan selalunya daya mengatasi keinginan
Terjatuh lalu berselingkuh antara jalur-jalur kayu itu
Lalu mengikat diri jarang-jarang tidak terbelit
Ada pisau didepan buat memotong
Tapi gagal dicapai atau terlepas pandang?
Atau mungkin saja buat-buat tak nampak
Agar badan terbiasa sakit
Lebih indah mengecap manis selepas tekak pahit merasa madu bercampur cuka
Bukan sekali kepala diteleng menoleh kebelakang
Apa disitu?
Tetap saja disitu
Ditinggal memang tidak mungkin sama yang dihadapan
Detik lalu menggigil kesejukan subuh
Risau-risau detik mendatang beku dilanggar salji
Melutut berdoa matahari menjengah membawa panas-panas bumi
Sambil mencairkan kesejukan menggigit walau apa nombornya suhu
Harap-harap..
Ribut datanglah mendobrak segalanya
menginaplah sunyi sepi selepas musnahnya kegagalan ఇటు
by: i'm a dreamer
1 + 100 = 1
Perasaan itu di cipta untuk di beritahu,
kita bersendirian di dalam dunia yang luas
jangan menantikan,
ada tangan datang menyahut
bantu engkau bangun.
memapah diri untuk berjalan sama.
menyandarkan engkau untuk melihat sinar pagi ini
tiada.. sekejap.. palsu..
kebiasaan juga bagiku untuk merasa sunyi sebegini
kosong.. tiada yang memanggil nama ku
titisan air mata
gambaran aku,
begitu merindui kamu semua.
di sini bukan tempat kita bertemu.
mungkin ianya tidak di nyatakan.
tapi engkau dan mereka tak lelah berusaha.
terus dan barjalan.. rasakan sunyi ini
di sini engkau sendiri
di dalam diri engkau sendiri
by: artxcore
kita bersendirian di dalam dunia yang luas
jangan menantikan,
ada tangan datang menyahut
bantu engkau bangun.
memapah diri untuk berjalan sama.
menyandarkan engkau untuk melihat sinar pagi ini
tiada.. sekejap.. palsu..
kebiasaan juga bagiku untuk merasa sunyi sebegini
kosong.. tiada yang memanggil nama ku
titisan air mata
gambaran aku,
begitu merindui kamu semua.
di sini bukan tempat kita bertemu.
mungkin ianya tidak di nyatakan.
tapi engkau dan mereka tak lelah berusaha.
terus dan barjalan.. rasakan sunyi ini
di sini engkau sendiri
di dalam diri engkau sendiri
by: artxcore
PERHENTIAN MASA
ku mulai noktah
dan ku akhiri dengan nyata..
aku masih lagi berlari
aku lupa untuk berhenti
ibu ingin aku kembali
tapi, ku tak pasti
by: artxcore
dan ku akhiri dengan nyata..
aku masih lagi berlari
aku lupa untuk berhenti
ibu ingin aku kembali
tapi, ku tak pasti
by: artxcore
ini kali pertama aku menyentuh roh
Aku meraba-raba
Tercari sesuatu yang aku sendiri tak pasti
Aku ingin menyanyi melagukan lirik-lirik tanpa sepi
Aku ingin menari menarikan melodi-melodi emosi
Seperti liuk-liuk lalang ditampar angin
Seperti batu-batu karang di laut yang paling dalam
Aku ingin seperti hijaunya daun, luasnya bumi
Terbentang memuntahkan segala isi
Ribut itu aku rindu
Amukan itu aku mahu
Bilakah ianya datang membawa bising?
Kejut aku kalau-kalau ia datang
Harap membawa hirup-pikuk tapi jangan terlalu bising
Takut-takut tak mampu telinga menangkap
Risau-risau habis bising, sunyi menghuni
Tetap saja aku sendiri
Terjinjit aku cuba mencapai tapi tak dapat
Bukan tinggi cuma tak pasti
Ada orang teriak,
Cukup untuk mendengar tapi tak cukup untuk difaham
Ahh.. jangan-jangan ianya hantu?
Membawa-bawa berita-berita takut
Terbawa-bawa takut-takut?
Kenapa langit sukar di sentuh?
Mengapa rumput selalu dapat dienjak?
Bukankah keduanya tetap saja dibumi?
Bukankah keduanya selalu ditangkap mata?
Mungkin juga bohong-bohong membuat cerita tentang keduanya
Tak perlu bertanya pada si bisu tentang itu
Tak perlu menyapa si pekak tentang keduanya
Jawapannya tetap saja sama
Bahwa keduanya tetap saja disitu
Bezanya beranikah?
Soal-menyoal itu selalu
Terkadang jumpa selalu hilang
Dan selalu juga disumbat soal
Ke utara ke selatan apa yang kau dapat?
Soal dijawab soal, kemudian dimana jawapan?
Jinjing dibahu badan tak mampu
Campak jauh ia tak mahu
Habis bagaimana?
Mahu bakar tak terbakar,
Koyak ia tercantum semula
Cuma cantum nampak bekasnya
Tangan-tangan kudung itu habis dimakan anjing
Kalau sudah tiada tangan, bagaimana aku mahu menggenggam?
Kata-kata tercakap tanpa bunyi
Sebagai pendosa tak layak mengungkap pahala
Walau dalamnya dikais
Hanyir itu saja yang terjumpa
Seluas mana dicari
Parut-parut bersilang ternampak
Pagi itu tidak seperti pagi
Senja itu tidak seperti senja
Daya itu terikat utuh
Hancurkan ia, bukan aku
Kerna ini kali pertama aku menyentuh roh
Ini kali pertama aku menyentuh roh
by: i'm a dreamer
Tercari sesuatu yang aku sendiri tak pasti
Aku ingin menyanyi melagukan lirik-lirik tanpa sepi
Aku ingin menari menarikan melodi-melodi emosi
Seperti liuk-liuk lalang ditampar angin
Seperti batu-batu karang di laut yang paling dalam
Aku ingin seperti hijaunya daun, luasnya bumi
Terbentang memuntahkan segala isi
Ribut itu aku rindu
Amukan itu aku mahu
Bilakah ianya datang membawa bising?
Kejut aku kalau-kalau ia datang
Harap membawa hirup-pikuk tapi jangan terlalu bising
Takut-takut tak mampu telinga menangkap
Risau-risau habis bising, sunyi menghuni
Tetap saja aku sendiri
Terjinjit aku cuba mencapai tapi tak dapat
Bukan tinggi cuma tak pasti
Ada orang teriak,
Cukup untuk mendengar tapi tak cukup untuk difaham
Ahh.. jangan-jangan ianya hantu?
Membawa-bawa berita-berita takut
Terbawa-bawa takut-takut?
Kenapa langit sukar di sentuh?
Mengapa rumput selalu dapat dienjak?
Bukankah keduanya tetap saja dibumi?
Bukankah keduanya selalu ditangkap mata?
Mungkin juga bohong-bohong membuat cerita tentang keduanya
Tak perlu bertanya pada si bisu tentang itu
Tak perlu menyapa si pekak tentang keduanya
Jawapannya tetap saja sama
Bahwa keduanya tetap saja disitu
Bezanya beranikah?
Soal-menyoal itu selalu
Terkadang jumpa selalu hilang
Dan selalu juga disumbat soal
Ke utara ke selatan apa yang kau dapat?
Soal dijawab soal, kemudian dimana jawapan?
Jinjing dibahu badan tak mampu
Campak jauh ia tak mahu
Habis bagaimana?
Mahu bakar tak terbakar,
Koyak ia tercantum semula
Cuma cantum nampak bekasnya
Tangan-tangan kudung itu habis dimakan anjing
Kalau sudah tiada tangan, bagaimana aku mahu menggenggam?
Kata-kata tercakap tanpa bunyi
Sebagai pendosa tak layak mengungkap pahala
Walau dalamnya dikais
Hanyir itu saja yang terjumpa
Seluas mana dicari
Parut-parut bersilang ternampak
Pagi itu tidak seperti pagi
Senja itu tidak seperti senja
Daya itu terikat utuh
Hancurkan ia, bukan aku
Kerna ini kali pertama aku menyentuh roh
Ini kali pertama aku menyentuh roh
by: i'm a dreamer
sunyi lalu ketawa
cuba kau mendongak,
wujudkah di pemandanganmu suatu rahsia?
rahsia tanpa nama, tanpa makna..
yang menyorok di celah-celah seliratan itu?
asap-asap itu memimpin tanganku pergi,
tangga-tangga itu bersedia menunjuk jalan padaku
hijau-hijau itu mendukungku menari
menari tarian-tarian indah bersama sayap-sayap
daerah ini jarang kau jejaki,
daerah yang tanpa apa-apa,
tapi ada ada dan tak perlu kau cari,
ia datang membawa manisan-manisan indah yang tak pernah mungkin tercetak di daya angan-angan kau
bakar ia biar menyala
pusing ia agar berasap-asap
sumbat ia kedalam penghujung anatomi
lambung ia kebawah keatas dan ketepi
sunyi....
tanpa bunyi, tanpa kata..
ketawa itu pengubat duka,
maka ketawalah! KETAWALAH!!
HAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAAH hah!
tunduk pada satu penjuru yang entah mana-mana,
terkadang kabur, selalunya kabur
kata-kata terpusing sebagai suatu bulatan yang akhirnya bertemu titik asal
jangan kau kata itu takdir,
ianya bukan takdir!
ianya ciptaan tuhan.
eksplorasi manusia
eksperimentasi bangsa manusia
kedamaian manusia..
sunyi.....
by: i'm a dreamer
wujudkah di pemandanganmu suatu rahsia?
rahsia tanpa nama, tanpa makna..
yang menyorok di celah-celah seliratan itu?
asap-asap itu memimpin tanganku pergi,
tangga-tangga itu bersedia menunjuk jalan padaku
hijau-hijau itu mendukungku menari
menari tarian-tarian indah bersama sayap-sayap
daerah ini jarang kau jejaki,
daerah yang tanpa apa-apa,
tapi ada ada dan tak perlu kau cari,
ia datang membawa manisan-manisan indah yang tak pernah mungkin tercetak di daya angan-angan kau
bakar ia biar menyala
pusing ia agar berasap-asap
sumbat ia kedalam penghujung anatomi
lambung ia kebawah keatas dan ketepi
sunyi....
tanpa bunyi, tanpa kata..
ketawa itu pengubat duka,
maka ketawalah! KETAWALAH!!
HAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAAH hah!
tunduk pada satu penjuru yang entah mana-mana,
terkadang kabur, selalunya kabur
kata-kata terpusing sebagai suatu bulatan yang akhirnya bertemu titik asal
jangan kau kata itu takdir,
ianya bukan takdir!
ianya ciptaan tuhan.
eksplorasi manusia
eksperimentasi bangsa manusia
kedamaian manusia..
sunyi.....
by: i'm a dreamer
kesialan masa yang mungkin, atau tiada kemungkinan?
telah aku lukis
garis-garis dimana perlu kau sentuhi
warna-warna bakal kau contengi
belantara mana kau harus harungi
biar saket
sememangnya tanpa kesaketan, hidup bukan lagi kehidupan
kau mengerang,
aku?
aku tetap saja lemas dalam darah-darah aku sendiri
ahh.. mudah saja..
rentap semuanya biar lari dari jahanam ini
dari kepedulian yang tak pernah mungkin aku peduli
atau aku sendiri menyendiri takut menikus?
masa itu kecundang
masa itu pecundang
tapi masa itu juga menghentam
menghentam dari segenap sisi,
kiri, kanan atas dan bawah..
bukan aku tak menepis mengelak,
cuma aku relakan ia menembus rohku
seperti gugusan bintang menerobos bumi yang membentuk lohong-lohong besar sebesar bumi itu sendiri
akhirnya aku sekali lagi membiar masa mencetak kemungkinan
kemungkinan yang hanya mengundang masa?
atau sekali lagi masa itu suatu kesialan?
by: i'm a dreamer
garis-garis dimana perlu kau sentuhi
warna-warna bakal kau contengi
belantara mana kau harus harungi
biar saket
sememangnya tanpa kesaketan, hidup bukan lagi kehidupan
kau mengerang,
aku?
aku tetap saja lemas dalam darah-darah aku sendiri
ahh.. mudah saja..
rentap semuanya biar lari dari jahanam ini
dari kepedulian yang tak pernah mungkin aku peduli
atau aku sendiri menyendiri takut menikus?
masa itu kecundang
masa itu pecundang
tapi masa itu juga menghentam
menghentam dari segenap sisi,
kiri, kanan atas dan bawah..
bukan aku tak menepis mengelak,
cuma aku relakan ia menembus rohku
seperti gugusan bintang menerobos bumi yang membentuk lohong-lohong besar sebesar bumi itu sendiri
akhirnya aku sekali lagi membiar masa mencetak kemungkinan
kemungkinan yang hanya mengundang masa?
atau sekali lagi masa itu suatu kesialan?
by: i'm a dreamer
Subscribe to:
Posts (Atom)