and if you cut my wrist twice..
the blood from my happiness flow..
and if you play with my sacrifice..
i will no longer be your filthy white crow.
it all started when you paint my
bleeding black mascara..
it fades on your filthy pale skin.
i'll bury the memories
and burn the those feelings..
till the ashes arise and stick into your bloody
teary eyes...
help me to rise again..
i don't need a twice
to get what i wanted...
And if you take her away I shall no longer pray.
For the happiness you may On unwanted shades of grey.
Hear my hollowed whispers And broken empty promises.
Followed by the trust you've chained Deep down inside my veins
by : k a d y r
Bulan
Malam itu,
Kulihat bulan bergantungan di awan,
Terpancar cahaya menyelimuti susuk tubuh,
Susuk yang lemah gemalai,
Saat kau campak separuh cinta,
Saat kewarasanmu terpisah dari rasional,
Saat air jernih mataku menyelusuri pipi.
Bulan,
Tetaplah kau menerangi malam,
Chenta,
Tetaplah kau mengisi realiti.
Sedarlah,
Sesungguhnya kau dan aku,
Menyentuh bulan yang sama.
by: i'm a dreamer
Kulihat bulan bergantungan di awan,
Terpancar cahaya menyelimuti susuk tubuh,
Susuk yang lemah gemalai,
Saat kau campak separuh cinta,
Saat kewarasanmu terpisah dari rasional,
Saat air jernih mataku menyelusuri pipi.
Bulan,
Tetaplah kau menerangi malam,
Chenta,
Tetaplah kau mengisi realiti.
Sedarlah,
Sesungguhnya kau dan aku,
Menyentuh bulan yang sama.
by: i'm a dreamer
hidup
gelap, terang, redup, basah,
tubuhku longlai melanggari
jasad jasad mati dari ilusi
menikam terus pada gelora waktu
ia berganti,
warna, bentuk,
ia berulang,
kiri, kanan,
by : artxcore
tubuhku longlai melanggari
jasad jasad mati dari ilusi
menikam terus pada gelora waktu
ia berganti,
warna, bentuk,
ia berulang,
kiri, kanan,
by : artxcore
bisu mata aku
pejam mata tika tidur ku,
tangis ku.. angan ku
kejadian yang indah tidak pernah
terukir di mata kasar
aku jatuh dalam keanehan
aku tekad dalam ikatan yang tidak mahu lepaskan
aku menghidupkan dalam khayalan
by : artxcore
-------------------------------------------------------------
Cinta yang sebenarnya..
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan Masih peduli terhadapnya,
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
“aku turut berbahagia untukmu”
tangis ku.. angan ku
kejadian yang indah tidak pernah
terukir di mata kasar
aku jatuh dalam keanehan
aku tekad dalam ikatan yang tidak mahu lepaskan
aku menghidupkan dalam khayalan
by : artxcore
-------------------------------------------------------------
Cinta yang sebenarnya..
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan Masih peduli terhadapnya,
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
“aku turut berbahagia untukmu”
Bintang
Kulihat bintang,
Menembusi unggulnya pancaindera..
Kugapai bintang,
merentasi logikal minda..
Kurentap bimbang,
Kau menjauh..
Kupaut,
Berpeluk susuk..
Kuresah kau menghilang,
Sepi..
by: i'm a dreamer
Menembusi unggulnya pancaindera..
Kugapai bintang,
merentasi logikal minda..
Kurentap bimbang,
Kau menjauh..
Kupaut,
Berpeluk susuk..
Kuresah kau menghilang,
Sepi..
by: i'm a dreamer
emansipasi jiwa karat
perlahan...
merangkak-rangkak aku,
untuk melepasi garisan,
untuk mencari jalan keluar,
yang sengaja dikabur gelap kelam,
agar aku terus berada dilingkaran,
bulatan yang dicanang berwarna warni,
namun sebenarnya hitam pekat menyekat,
sesak dengan bau-bau mual meloyakan,
dipaksa menjilat segala muntahan jijik si celaka,
mencuci kencing-kencing sial dari kemaluan-kemaluan bangsat,
menadah air-air mani hasil onani keparat!
jika untuk terus meneruskan keterlangsungan hidup,
belum...
aku belum ingin mati,
tapi tidak cukup berani untuk meniti,
dan akhirnya terikut tetapi tidak tersangkut,
bersama-sama menjadi,
air najis yang mengalir ke lubang tahi
yang paling jijik..
by: i'm a dreamer
merangkak-rangkak aku,
untuk melepasi garisan,
untuk mencari jalan keluar,
yang sengaja dikabur gelap kelam,
agar aku terus berada dilingkaran,
bulatan yang dicanang berwarna warni,
namun sebenarnya hitam pekat menyekat,
sesak dengan bau-bau mual meloyakan,
dipaksa menjilat segala muntahan jijik si celaka,
mencuci kencing-kencing sial dari kemaluan-kemaluan bangsat,
menadah air-air mani hasil onani keparat!
jika untuk terus meneruskan keterlangsungan hidup,
belum...
aku belum ingin mati,
tapi tidak cukup berani untuk meniti,
dan akhirnya terikut tetapi tidak tersangkut,
bersama-sama menjadi,
air najis yang mengalir ke lubang tahi
yang paling jijik..
by: i'm a dreamer
Doa Semalam
ku salurkan khayalan terus ke hati,
terbaring di langit luas melangkah antara bintang
melaputkan kotoran debu - debu hidup
pada kulit yg tewas menghalang,
masa telah menculik kenyataan
ia keluar dari mulut angan ku
seperti serangga yang ingin bebas
menghiburkan dari pedih yg beterusan
pejam dan sarungkan topeng lakaran ayat suci mu
seribu tahun akan ku sia-siakan,
senja telah membalut ruang ku
sunyi itu mahu terus berulang
dari pohon yg tidak berdaun
ini doa yg tak pernah putus mengharap kenyataan
"malam terus mencari dingin
kata masih mengeledah makna
AKU tetap ada untuk DIA"
by : artxcore
terbaring di langit luas melangkah antara bintang
melaputkan kotoran debu - debu hidup
pada kulit yg tewas menghalang,
masa telah menculik kenyataan
ia keluar dari mulut angan ku
seperti serangga yang ingin bebas
menghiburkan dari pedih yg beterusan
pejam dan sarungkan topeng lakaran ayat suci mu
seribu tahun akan ku sia-siakan,
senja telah membalut ruang ku
sunyi itu mahu terus berulang
dari pohon yg tidak berdaun
ini doa yg tak pernah putus mengharap kenyataan
"malam terus mencari dingin
kata masih mengeledah makna
AKU tetap ada untuk DIA"
by : artxcore
IBU DUNIA KU !!
ibu,
tubuh mu lusuh, berlubang, berdaki, kotor.
nafas mu berbau busuk hasil dari bangkai yang kau lahap
air susu mu basi, racun, penuh sisa toksik
bulu jembut mu berselirat, bercabang, berakar menjalar tidak terjaga
ibu,
anak-anak mu, membenci dan tidak menghiraukan kamu
anak-anak mu, bukan sepatut kau lahirkan dan menjaga makan dan minumnya
anak-anak mu, bakal memusnahkan diri mu..
by : artxcore
tubuh mu lusuh, berlubang, berdaki, kotor.
nafas mu berbau busuk hasil dari bangkai yang kau lahap
air susu mu basi, racun, penuh sisa toksik
bulu jembut mu berselirat, bercabang, berakar menjalar tidak terjaga
ibu,
anak-anak mu, membenci dan tidak menghiraukan kamu
anak-anak mu, bukan sepatut kau lahirkan dan menjaga makan dan minumnya
anak-anak mu, bakal memusnahkan diri mu..
by : artxcore
Cinta Alam berMaya
dalam kebisingan memekakan telingaku
di bual khayal oleh potret mu;
makam yang tersemat dalam perut komputer ku.
khabarnya aku merindui kamu !!
setiap detik itu bertukar
aku lena dalam angan ku
seolah kamu di hadapan ku
dan telah ku dakap erat tubuh mu
leka, dan leka, dan leka.......
kamu telah buat aku berdusta pada waktu!!
by : artxcore
di bual khayal oleh potret mu;
makam yang tersemat dalam perut komputer ku.
khabarnya aku merindui kamu !!
setiap detik itu bertukar
aku lena dalam angan ku
seolah kamu di hadapan ku
dan telah ku dakap erat tubuh mu
leka, dan leka, dan leka.......
kamu telah buat aku berdusta pada waktu!!
by : artxcore
bibi [ NOTA BUAT DIA ]
masa itu kita
angin itu kita
cahaya itu kita
rasa itu kita
air itu kita
tanah itu kita
bibi,
aku tidak penat mencintai mu...
seperti masa yang terus berlalu,
seperti angin menghanyut rindu,
seperti cahaya yang kau beri pada ku,
seperti rasa yang tak pernah jemu,
seperti air mengalir dalam tubuhku,
seperti tanah sumber kewujudan aku.
by : artxcore
angin itu kita
cahaya itu kita
rasa itu kita
air itu kita
tanah itu kita
bibi,
aku tidak penat mencintai mu...
seperti masa yang terus berlalu,
seperti angin menghanyut rindu,
seperti cahaya yang kau beri pada ku,
seperti rasa yang tak pernah jemu,
seperti air mengalir dalam tubuhku,
seperti tanah sumber kewujudan aku.
by : artxcore
Subscribe to:
Posts (Atom)