Bunyi cengkerik di dalam hari yang gelap
tapi, masih aku tiada di lawat khabarmu
yang jauh....
sepi, rendu yang mendalam.
seperti malam ini, mahu aku mati
dalam rendu yang tak pernah henti
begitu siang aku melayang pada mu
di kala senja menyeru kembali rendu
jika wujud satu bintang,
pastikan cerah malam ku
dan barangkali ianya indah
tapi
ianya secara barangkali
tolak jendelanya
nah... LIHAT APA !!!
aduh sayang, beribu kali sayang
jika aku lah, yang sebelumnya
tak ku biar kau terluka
biar pun takdir kau di JAKARTA....
waktu ini, aku mahir berhalusinasi
biar masuk lapan purnama
bintang masih tak muncul
akan ku tunggu di jendela
tekad aku, menggengam sabar.
by : artxcore
senyum pagi, sedingin azan
peti ini yang sentiasa kosong
menjilat pada angin yang dingin
bagun lalu cuba-lah aku gapai sisa itu
sekarang aku tiada di situ..
langkah di heret
yang gila tidak menerima..
ini kan pula yg sedang bahagia..
aku masih mahu ber-AGAMA
adakah tuhan sedang melihat aku..
by : artxcore
menjilat pada angin yang dingin
bagun lalu cuba-lah aku gapai sisa itu
sekarang aku tiada di situ..
langkah di heret
yang gila tidak menerima..
ini kan pula yg sedang bahagia..
aku masih mahu ber-AGAMA
adakah tuhan sedang melihat aku..
by : artxcore
hadiah usang
Jangan mengharap
aku - dia - akan datang
bisa memimpin kamu
Yang di cari - takdir bertemu
bukan kudrat ku mencampak kau ke syurga
Aku sesat dalam hidup mu
untuk menceritakkan suatu kejahilan
yang aku sendiri "kelat merasa"
Terima kasih atas lafaz
"anugerah"
Walau diri tak pernah rasa siap
perlu aku perbetulkan ikut rasa
dalam tiap detik akan mengazankan
bunyi-bunyi yang menuakan wajah...
by : artxcore
aku - dia - akan datang
bisa memimpin kamu
Yang di cari - takdir bertemu
bukan kudrat ku mencampak kau ke syurga
Aku sesat dalam hidup mu
untuk menceritakkan suatu kejahilan
yang aku sendiri "kelat merasa"
Terima kasih atas lafaz
"anugerah"
Walau diri tak pernah rasa siap
perlu aku perbetulkan ikut rasa
dalam tiap detik akan mengazankan
bunyi-bunyi yang menuakan wajah...
by : artxcore
w h i t e f a d e s g r e y
and if you cut my wrist twice..
the blood from my happiness flow..
and if you play with my sacrifice..
i will no longer be your filthy white crow.
it all started when you paint my
bleeding black mascara..
it fades on your filthy pale skin.
i'll bury the memories
and burn the those feelings..
till the ashes arise and stick into your bloody
teary eyes...
help me to rise again..
i don't need a twice
to get what i wanted...
And if you take her away I shall no longer pray.
For the happiness you may On unwanted shades of grey.
Hear my hollowed whispers And broken empty promises.
Followed by the trust you've chained Deep down inside my veins
by : k a d y r
the blood from my happiness flow..
and if you play with my sacrifice..
i will no longer be your filthy white crow.
it all started when you paint my
bleeding black mascara..
it fades on your filthy pale skin.
i'll bury the memories
and burn the those feelings..
till the ashes arise and stick into your bloody
teary eyes...
help me to rise again..
i don't need a twice
to get what i wanted...
And if you take her away I shall no longer pray.
For the happiness you may On unwanted shades of grey.
Hear my hollowed whispers And broken empty promises.
Followed by the trust you've chained Deep down inside my veins
by : k a d y r
Bulan
Malam itu,
Kulihat bulan bergantungan di awan,
Terpancar cahaya menyelimuti susuk tubuh,
Susuk yang lemah gemalai,
Saat kau campak separuh cinta,
Saat kewarasanmu terpisah dari rasional,
Saat air jernih mataku menyelusuri pipi.
Bulan,
Tetaplah kau menerangi malam,
Chenta,
Tetaplah kau mengisi realiti.
Sedarlah,
Sesungguhnya kau dan aku,
Menyentuh bulan yang sama.
by: i'm a dreamer
Kulihat bulan bergantungan di awan,
Terpancar cahaya menyelimuti susuk tubuh,
Susuk yang lemah gemalai,
Saat kau campak separuh cinta,
Saat kewarasanmu terpisah dari rasional,
Saat air jernih mataku menyelusuri pipi.
Bulan,
Tetaplah kau menerangi malam,
Chenta,
Tetaplah kau mengisi realiti.
Sedarlah,
Sesungguhnya kau dan aku,
Menyentuh bulan yang sama.
by: i'm a dreamer
hidup
gelap, terang, redup, basah,
tubuhku longlai melanggari
jasad jasad mati dari ilusi
menikam terus pada gelora waktu
ia berganti,
warna, bentuk,
ia berulang,
kiri, kanan,
by : artxcore
tubuhku longlai melanggari
jasad jasad mati dari ilusi
menikam terus pada gelora waktu
ia berganti,
warna, bentuk,
ia berulang,
kiri, kanan,
by : artxcore
bisu mata aku
pejam mata tika tidur ku,
tangis ku.. angan ku
kejadian yang indah tidak pernah
terukir di mata kasar
aku jatuh dalam keanehan
aku tekad dalam ikatan yang tidak mahu lepaskan
aku menghidupkan dalam khayalan
by : artxcore
-------------------------------------------------------------
Cinta yang sebenarnya..
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan Masih peduli terhadapnya,
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
“aku turut berbahagia untukmu”
tangis ku.. angan ku
kejadian yang indah tidak pernah
terukir di mata kasar
aku jatuh dalam keanehan
aku tekad dalam ikatan yang tidak mahu lepaskan
aku menghidupkan dalam khayalan
by : artxcore
-------------------------------------------------------------
Cinta yang sebenarnya..
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan Masih peduli terhadapnya,
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
“aku turut berbahagia untukmu”
Bintang
Kulihat bintang,
Menembusi unggulnya pancaindera..
Kugapai bintang,
merentasi logikal minda..
Kurentap bimbang,
Kau menjauh..
Kupaut,
Berpeluk susuk..
Kuresah kau menghilang,
Sepi..
by: i'm a dreamer
Menembusi unggulnya pancaindera..
Kugapai bintang,
merentasi logikal minda..
Kurentap bimbang,
Kau menjauh..
Kupaut,
Berpeluk susuk..
Kuresah kau menghilang,
Sepi..
by: i'm a dreamer
emansipasi jiwa karat
perlahan...
merangkak-rangkak aku,
untuk melepasi garisan,
untuk mencari jalan keluar,
yang sengaja dikabur gelap kelam,
agar aku terus berada dilingkaran,
bulatan yang dicanang berwarna warni,
namun sebenarnya hitam pekat menyekat,
sesak dengan bau-bau mual meloyakan,
dipaksa menjilat segala muntahan jijik si celaka,
mencuci kencing-kencing sial dari kemaluan-kemaluan bangsat,
menadah air-air mani hasil onani keparat!
jika untuk terus meneruskan keterlangsungan hidup,
belum...
aku belum ingin mati,
tapi tidak cukup berani untuk meniti,
dan akhirnya terikut tetapi tidak tersangkut,
bersama-sama menjadi,
air najis yang mengalir ke lubang tahi
yang paling jijik..
by: i'm a dreamer
merangkak-rangkak aku,
untuk melepasi garisan,
untuk mencari jalan keluar,
yang sengaja dikabur gelap kelam,
agar aku terus berada dilingkaran,
bulatan yang dicanang berwarna warni,
namun sebenarnya hitam pekat menyekat,
sesak dengan bau-bau mual meloyakan,
dipaksa menjilat segala muntahan jijik si celaka,
mencuci kencing-kencing sial dari kemaluan-kemaluan bangsat,
menadah air-air mani hasil onani keparat!
jika untuk terus meneruskan keterlangsungan hidup,
belum...
aku belum ingin mati,
tapi tidak cukup berani untuk meniti,
dan akhirnya terikut tetapi tidak tersangkut,
bersama-sama menjadi,
air najis yang mengalir ke lubang tahi
yang paling jijik..
by: i'm a dreamer
Doa Semalam
ku salurkan khayalan terus ke hati,
terbaring di langit luas melangkah antara bintang
melaputkan kotoran debu - debu hidup
pada kulit yg tewas menghalang,
masa telah menculik kenyataan
ia keluar dari mulut angan ku
seperti serangga yang ingin bebas
menghiburkan dari pedih yg beterusan
pejam dan sarungkan topeng lakaran ayat suci mu
seribu tahun akan ku sia-siakan,
senja telah membalut ruang ku
sunyi itu mahu terus berulang
dari pohon yg tidak berdaun
ini doa yg tak pernah putus mengharap kenyataan
"malam terus mencari dingin
kata masih mengeledah makna
AKU tetap ada untuk DIA"
by : artxcore
terbaring di langit luas melangkah antara bintang
melaputkan kotoran debu - debu hidup
pada kulit yg tewas menghalang,
masa telah menculik kenyataan
ia keluar dari mulut angan ku
seperti serangga yang ingin bebas
menghiburkan dari pedih yg beterusan
pejam dan sarungkan topeng lakaran ayat suci mu
seribu tahun akan ku sia-siakan,
senja telah membalut ruang ku
sunyi itu mahu terus berulang
dari pohon yg tidak berdaun
ini doa yg tak pernah putus mengharap kenyataan
"malam terus mencari dingin
kata masih mengeledah makna
AKU tetap ada untuk DIA"
by : artxcore
Subscribe to:
Posts (Atom)